Apa Kata Para Pakar Peneliti Tentang Propolis

Sejak ribuan tahun yang lalu, berbagai peradaban kuno telah menggunakan propolis dalam pengobatan. Yunani menggunakannya untuk mengobati abses. Bangsa Assirian mengoleskannya pada luka untuk mencegah infeksi dan membantu proses penyembuhan dan Mesir menggunakannya untuk membalsem mumi.
Komposisi propolis bervariasi tergantung pada lokasi dan jenis tanaman yang diambil resinnya. Sebagai contoh, propolis dari Eropa tidak akan memiliki susunan kimia yang sama seperti propolis dari Brazil. Hal inilah yang menyulitkan para peneliti untuk menarik kesimpulan umum tentang manfaat kesehatan propolis.
Di mana mendapatkan propolis
Dewasa ini propolis kembali menjadi populer dalam pengobatan. Salah satu alasan di balik popularitas tersebut adalah bahwa propolis memiliki sifat anti-inflamasi antibakteri, antivirus dan anti jamur. Berbagai hasil penelitian dan pengalaman empirik menunjukkan propolis bahkan memiliki peran dalam mengobati kanker tertentu. Di samping itu, propolis juga digunakan sebagai bahan dalam banyak produk kecantikan dan perawatan kulit. Senyawa ini digunakan untuk tujuan medis, yang meliputi:
- memerangi infeksi
- meningkatkan sistem kekebalan tubuh
- penyembuhan herpes genital dan luka dingin
- mengobati luka kulit
- membantu mulut sembuh setelah operasi gigi
Apa kata para peneliti
Meskipun telah dikenal sejak ribuan tahun lalu, ironisnya penelitian ilmiah tentang propolis masih terbatas. Para peneliti tidak yakin cara kerjanya, namun secara empirik propolis diketahui mampu memberikan perlindungan dari beberapa bakteri, virus, dan jamur. Satu studi menemukan bahwa pemberian propolis luka pada tikus dengan diabetes � dimana kita tahu bahwa diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius jika si penderita mendapat luka membantu mempercepat penyembuhan. Temuan ini menggembirakan, namun masih perlu penelitian lebih lanjut.
Menurut National Institutes of Health (NIH), propolis �mungkin efektif� untuk mengobati penyakit akibat cuaca dingin, wabah herpes genital, dan meningkatkan proses penyembuhan setelah operasi mulut.
Belum ada cukup bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa propolis benar-benar aman digunakan namun di sisi lain kontraindikasi dari penggunaan propolis juga belum ditemukan (drugs.com). Secara umum propolis dianggap tidak berisiko tinggi. Propolis kadang tercampur pada produk madu sehingga ketika seseorang minum madu, sejumlah kecil propolis juga ikut masuk. Namun, jika Anda memiliki alergi terhadap madu atau lebah, Anda akan juga memiliki reaksi terhadap produk yang mengandung propolis.
Seiring dengan terus dipelajarinya senyawa kuno ini oleh dunia medis, akan lebih banyak pula sifat penyembuhan yang dimiliki propolis seperti yang banyak dilaporkan selama ini mungkin terbukti efektif.

Semoga informasi artikel ini bermanfaat buat anda yang membutuhkan.